Indonesia digegerkan
oleh pernyataan Ketua Umum Gerinda, Prabowo Subianto "Saudara-saudara.
Kita masih upacara. Kita masih menyanyikan lagu kebangsaan. Kita masih pakai
lambang-lambang negara. Gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi
di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian di mana Republik Indonesia
sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030", (Jumat, 23/3/18, cnnindonesia.com).
Beliau klarifikasi pernyataan tersebut diambil dari novel Ghost Fleet yang merupakan hasil scenario writing dari para ahli
intelejen strategis (Kamis, 23/3/18, cnnindonesia.com).
Indonesia bubar,
tentu bagi siapapun yang mencintai negeri ini tidak ingin hal itu terjadi.
Adalah pandangan bijak apabila menjadikan pernyataan Prabowo ini sebagai sebuah
peringatan agar penguasa pemerintahan dan rakyat negeri ini lebih waspada dalam
mengambil keputusan.
Tidak perlu menutup
mata, mengatakan Indonesia dalam keadaan baik-baik saja. Realitasnya, Indonesia
sedang dirongrong berbagai masalah. Kasus e-ktp belum selesai hingga hari ini
menunjukan bahwa kepastian hukum semakin melemah. Harga bbm terus naik diam-diam
sehingga mematikan pasar kecil dan mengundang krisis ekonomi
(bisnis.liputan6.com, 25/3/18). Migas 85% telah dikuasai oleh asing (7/08/17,
harianterbit.com). Jalan tol pun hampir 65% dikelola oleh asing (22/8/17,
bpjt.pu.go.id). Total utang pemerintah dan swasta telah mencapai lebih dari Rp
7.000 triliun, (21/3/2018, detik.com).
Sedangkan Indeks Indonesia masih tertinggal jauh, daya saing global
masih bertengger di urutan ke-41 dari 138 negara berdasarkan data World Economic
Forum (17/10/17, ekonomi.akurat.co). Pergaulan bebas serta LGBT semakin marak
bahkan dikampanyekan oleh sekelompok orang berakibat pada terhambatnya
pertumbuhan generasi. Serta ada upaya penyerangan terhadap ulama diberbagai
daerah.
Hal ini menunjukan
Indonesia sudah berada di jurang kehancuran akibat penguasa dan rakyat
konsisten memegang sekularisme dan kapitalisme. Sekularisme karena tidak menggunakan
hukum dari sang Pencipta, ALLAH SWT dalam seluruh aspek kehidupan. Kapitalisme
karena semua kerjasama yang terjalin atas nama kepentingan mendapatkan materi
sebesar mungkin. Tak heran penampakan dunia saat ini bagaikan hutan siapa lemah
dia bersiap mati dimangsa para kapital (pemilik modal). Indonesia bubar adalah keniscayaan
apabila tetap memegang teguh sistem saat ini.
Indonesia butuh
diselamatkan. Umar bin khatab menyatakan bahwa ”Suatu negeri akan hancur meskipun dia makmur. Jika orang-orang yang
penghianat menjadi petinggi dan harta dikuasai oleh orang-orang yang fasik”. Perbaikannya
adalah mengganti orang tetapi bukan hanya mengganti orang sementara sistem
rusak tetap dipertahankan. Allah memerintahkan dalam Surat Al Baqarah ayat 208 “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu
ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kamu turut langkah-langkah
syaithan, sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu”. Allah telah
menurunkan Islam dengan sempurna (mencakup keseluruhan) yakni mampu mengatur
seluruh aspek kehidupan baik politik, sosial, budaya, hukum, pergaulan,
ekonomi, hingga kepemilikan. Solusi tuntas untuk menyelamatkan negeri ini tiada
lain hanyalah mengembalikan pada sistem Islam, seperti zaman nabi Muhammad saw
ketika memimpin Daulah Islam di Madinah atau zaman khalifah umar bin khatabb,
abu bakar ashshidiq, ali bin abi thalib, dan khalifah lainnya. Disamping itu
bagi kita sebagai seorang muslim wajib mengimani dan mentaati apa yang telah
Allah turunkan. Bahkan Allah Sang Pencipta manusia pun telah menjamin dalam
surat Al-A’raf ayat 96 bahwa “Jikalau
sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan
melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka
mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan
perbuatannya”. Maka marilah bersama-sama
kita menyelamatkan Indonesia dengan mengganti sistem (dengan Islam) dengan
pemimpin yang siap menegakannya.
Wallahu’alam
bi ash-shawab

Tidak ada komentar:
Posting Komentar