Jumat, 06 Desember 2013

Generasi Cemerlang dengan Islam



            Remaja adalah generasi penerus bangsa yang akan menerima tongkat estafet kepemimpinan. Namun saat ini terdapat berbagai potret buram sang generasi penerus bangsa. Kekerasan, dan pergaulan bebas menjadi gambaran remaja saat ini.Pelecehan seksual, perkelahian antar pelajar, pornografi, kebut-kebutan, tindakan kriminal seperti pencurian dan perampasan barang orang lain, pengedaran dan pesta obat-obat terlarang, bahkan aborsi pun menjadi gaya hidup remaja saat ini.  Dari 14.726 sampel anak SMP dan SMA di 12 kota besar di Indonesia, antara lain Jakarta, Bandung, Makassar, Medan, Lampung, Palembang, Kepulauan Riau dan kota-kota di Sumatera Barat dalam Forum Diskusi Anak Remaja pada 2011 hampir 93,7 persen pernah melakukan hubungan seks. Lalu 83 persen mengaku pernah menonton video porno, dan 21,2 persennya itu mengaku pernah melakukan aborsi,” jelas Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, (news.detik.com).
            Jika kita melihat dengan seksama, adanya degradasi moral terhadap kaum muda secara masal berhubungan erat dengan sistem hidup yang diterapkan saat ini yakni sekulersime. Deretan potret buram remaja saat ini adalah bukti kebobrokanpenerapan sistem sekulerisme yang memisahkan agama dan kehidupan. Sistem sekuler ini mengkondisikan seluruh elemen masyarakat dan seluruh aspek kehidupan untuk membentuk masyarakat yang bebas tidak lagi memperdulikan standar halal-haram yang berasal dari Allah. Termasuk dalam hal pendidikan yang mengacu pada sistem sekulerisme. Sehingga output pendidikan yang dihasilkan bukan lagi seseorang yang memiliki kepribadian islam, menguasai tsaqofah islam dan menguasai sains dan teknologi tapi lebih kearah meraup materi sebanyak-banyaknya dan satu hal yang menyedihkan adalah adanya degradasi moral.
            Penyelesaian dari permasalahan remaja ini hanya dapat diselesaikan ketika kita memegang aturan Allah (islam) dalam kehidupan. Dalam islam, pendidikan diatur dan memiliki tujuan yang sangat jelas yakni bersyakhsiyah islam (berkepribadian islam), menguasai tsaqofah islam dan sains serta teknologi. Dimana tujuan pendidikan ini akan mengarahkan kurikulum serta pelaksanaannya secara praktis di lapangan. Tidak hanya dari aspek pendidikan yang diterapkan oleh negara, tapi untuk membentuk generasi yang cemerlang perlu juga adanya dukungan dari keluarga dan kontrol masyarakat. Sehingga, ketika elemen keluarga, masyarakat dan negara memiliki satu pemikiran dan perasaan yang sama yakni islam serta di kondisikan oleh negara dengan menerapkan Islam totalitas maka akan terbentuk generasi penerus bangsa yang memiliki kepribadian islam, visioner, kontributif, cendekia, intelek, memiliki metode berfikir yang benar dan profil ideal lainnya. Hal ini hanya bisa dirasakan ketika Islam diterapkan secara praktis dalam kehidupan.
Islam adalah sebuah aturan kehidupan yang sempurna yang mampu menyelamatkan kita dunia dan akhirat. Karena Islam bersumber dari sang Pencipta yang menciptakan kita yakni Allah, sehingga mustahil jika Islam memiliki kecacatan. Beda halnya dengan sistem kehidupan buatan manusia (sekulerisme) yang serba lemah dan terbatas karena sistem ini lahir dari manusia yang memiliki kelemahan dan keterbatasan sehingga wajar jika kondisi yang ada serba terpuruk dan rusak.
            Islam hanya bisa diterapkan dibawah institusi yang bisa menaunginya yakni Khilafah. Oleh karena itu, kita selaku umat muslim harus tetap istiqomah untuk memperjuangkan penerapan syari’ah Islam dalam kehidupan.
            Wallahu’alam bi ash-showab


Tia Miftahul Khoiriyah
Universitas Pendidikan Indonesia
Alamat email: tia.miftahul@gmail.com