Jumat, 22 Juli 2016

Pelajaran Kematian




Kematian bisa hadir kapanpun tanpa bisa kita duga, 
Ia begitu dekat dengan kita bahkan lebih dekat dari urat leher.. 
Ia mengintai setiap makhluk yang bernyawa...
Hal yang wajar ketika kematian menyapa maka orang-orang disekitarnya menangis, sedih ditinggal oleh Almarhum...
Ini yang seharusnya kita sesali dan tangisi yaitu
ketika kita belum memaksakan seluruh kebaikan diperbuat olehnya(?)
ketika kita belum 'memukulnya' ketika ia melanggar hukum syara(?)
ketika kita belum menjebloskannya dari berbagai sisi menuju surga selama ia hidup(?)
Maka pelajarannya bagi siapapun yang masih hidup termasuk diri ini adalah
Sudahkah kita memaksakan seluruh kebaikan diperbuat olehnya(?)
 Sudahkah kita 'memukulnya' ketika ia melanggar hukum syara(?)
Sudahkah kita menjebloskannya dari berbagai sisi menuju surga selama ia hidup(?)
Dan saatnya berpikir ketika ada saudara yang mengingatkan akan hukum syara, betapa harus bersyukur.... Sungguh mereka menginginkan yang terbaik untuk kita, mereka menginginkan jika kematian datang maka ia menjemput dalam keadaan khusnul khatimah....
Karena itu senantiasalah berada disekeliling orang-orang yang sholeh, orang-orang yang senantiasa menjaga kita dari hukum syara...
Jangan pernah berpikir menjauh darinya walaupun hanya satu langkah....
Bagi seorang ibu, seorang ayah, seorang istri, seorang suami, seorang kakak, seorang adik, seorang saudara... Optimalkanlah diri untuk mengkaji Islam dan menjadi penjaga hukum syara bagi orang sekeliling kita terutama keluarga kita.... Jangan biarkan kematian menakuti kita tapi kata tolerir begitu banyak terucap dari mulut kita untuk diri maupun orang lain...


#‎Nasihat‬ untuk diri dalam rangka meminta pengingatan
-Tia Miftahul Khoiriyah-

Mencari Kekuatan


Ada orang untuk melangsungkan hidupya, Ia mencari-cari kekuatan
Ada orang untuk menyelesaikan studinya pun, Ia mencari-cari kekuatan
Hingga Ia katakan 'beristirahat sejenak mencari kekuatan'
'Karena aku tak punya kekuatan'
Tak sadarkah bahwa kekuatan yang dicari itu begitu dekat...
Sangat dekat dengan diri...Yah, Rabb nya...
Tak cukupkah nikmat sehat nikmat cerdas nikmat akal dan nikmat sempurnanya anggota tubuh dari Allah SWT menjadi alasan untuk kuat menghadapi permasalahan?
Tak cukupkah ibu dan ayah yang selalu berjuang disamping kita menjadi sebuah alasan untuk kuat?
Tak cukupkah kakak dan adikadik kita menjadi sebuah alasan untuk kuat?
CUKUP BUANG semua cara mencari kekuatan palsu, kekuatan dari luar yang tidak hakiki... Misal kekuatan dari pacar yang jelas itu Bukan Menguatkan Melainkan Merusak