Rabu, 10 Juni 2015

Perjalanan Kehidupan


"Perjalanan hidup penuh misteri
Siapa yang tahu?
Tak ada satu pun yang tahu" (Penggalan Puisi Antara Aku dan Tuhan)

Begitu pun dengan kehidupan kita sahabat, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi esok hari. Hari ini mungkin penuh dengan canda, tawa, atau mungkin ada yang sedang nangis sejadi-jadinya, tapi sungguh tak ada satu orang pun dari kita mengetahui apa yang akan terjadi di hari esok, apakah besok kita akan tersenyum ataukah menangis.
Kehidupan ini sebentar... Yah s-e-b-e-n-t-a-r saking sebentarnya kita merasa baru kemarin SD terus SMP sekarang udah jadi Mahasiswa,... waktu itu cepat sekali berlalu...
"Tapi adakah perubahan dalam diri kita ketika waktu ini cepat sekali berlalu?"
"Makin dewasa-kah? atau makin pinter-kah? atau makin sholehah-kah?"
Pertanyaan ini adalah pertanyaan klise yang pastinya akan muncul dalam benak setiap orang

Dan Pencarian Identitas itu akan dimulai dalam kehidupanmu...


Dear, Hidup tanpa landasan yang jelas akan menjadikan aktivitas itu mengambang tidak optimal penuh kata asal  meski hasil terlihat bagus
So, Show our Identity as a muslim... Islam as our ideology will show us as The Best Ummah
 #MahasiswaMuslim Prestatif

EFFEK FOTOLISTRIK 2



Makalah







Oleh
Tia Miftahul Khoiriyah (1201912)
Syifa Nuripah (1200076)
                                                                                                                      






PROGRAM STUDI FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2014



BAB I
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang
Peristiwa yang terjadi di kehidupan yang kompleks, menuntut perkembangan pada ilmu fisika. Fisika pun berkembang dari fisika klasik hingga sekarang fisika modern (kuantum) seiring dengan peristiwa yang ditemukan dan diteliti. Efek fotolistrik merupakan salah satu pemicu kelahiran fisika modern yang menarik perhatian para peneliti.
Efek fotolistrik ditemukan oleh Hertz pada tahun 1887 dan telah dikaji oleh Lenard pada tahun 1900. Gejala efek fotolistrik ini dapat dijelaskan dengan baik oleh Einstein pada tahun 1905 dengan mengembangkan hipotesis Max Planck mengenai kuantisasi energi bahwa kuantisasi energi merupakan sifat dasar energi gelombang elektromagnetik atau dengan kata lain cahaya dipancarkan oleh materi dalam bentuk paket-paket energi yang disebut kuanta dengan perumusan sebagai berikut E=hv. Albert Einstein mengembangkannya sehingga menemukan bahwa cahaya terdiri dari partikel-partikel yang kemudian disebut sebagai foton. Ketika cahaya ditembakkan ke suatu permukaan logam, foton-fotonnya akan menumbuk elektron-elektron pada permukaan logam tersebut sehingga elektron itu dapat lepas. Peristiwa lepasnya elektron dari permukaan logam itu dalam fisika disebut sebagai efek fotolistrik. Hal ini lah yang membuat penulis tertarik untuk memahami bagaimana terjadinya peristiwa efek fotolistrik ini dengan menuangkannya dalam sebuah makalah yang berjudul “Efek Fotolistrik II”.
1.2         Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, rumusan masalah yang dirumuskan penulis adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana fenomena terjadinya efek fotolistrik?
2.      Bagaimana cara menentukan konstanta Planck?

1.3         Tujuan
Adapun tujuan dari eksperimen ini yaitu :
1.        Memahami fenomena efek fotolistrik
2.        Menentukan konstanta Planck
1.4         Manfaat
Adapaun manfaat dari eksperimen ini yaitu :
1.        Dengan memahami fenomena efek fotolistrik, kita dapat mengetahui perbedaan pandangan antara fisika klasik dan fisika modern mengenai cahaya
2.        Dengan konstanta Planck, kita dapat menghitung besarnya fungsi kerja suatu bahan yang berguna untuk mengetahui jenis bahan logam apa yang digunakan
BAB II
DASAR TEORI

Efek fotolistrik adalah peristiwa lepasnya elektron dari permukaan logam pada saat permukaan logam tersebut disinari cahaya (foton) yang memiliki energi lebih besar dari energi ambang (fungsi kerja) logam. Elektron yang terlepas pada peristiwa efek fotolistrik tersebut dinamakan elektron foto (photo electron).   
Pada tahun1905, Einstein merumuskan teori kuantum cahaya tentang effek fotolistrik. Teori itu dirumuskannya karena terdorong untuk menerangkan efek fotolistrik yang telah diamati orang pada waktu itu. Teori kuantum cahayanya yaitu sangat erat kaitannya dengan hipotesa Planck tentang terkuantisasinya energi osilator pada permukaan benda hitam sempurna. Hal ini merupakan penyempurnaan konsep yang dikemukakan oleh Max Planck. Pendapat yang dikemukakan Einstein adalah

Suatu berkas cahaya terdiri dari paket-paket energi berharga diskrit dengan sifta-sifat sebagai berikut:
1.         Paket energi merambat dengan kecepatan cahaya c, tetapi berbeda dengan gelombang, energi ini tidak menyebar dalam ruang dan tetap menempati volume yang sangat terbatas dalam ruang.
2.         Energi paket terkait dengan frekuensi secara linier: E = hn
3.         Dalam proses fotolistrik sebuah paket menyerahkan energi seluruhnya pada elektron, dan elektron itu kemudian meninggalkan logam.

Hipotesa kuantum cahaya sesungguhnya hanya meliputi point 1 dan 2, sedangkan point 3 lebih khusus terkait dengan efek fotolistrik. Jadi point-point di atas merupakan hipotesa tentang kuantum cahaya dan sekaligus hipotesa tentang efek foto listrik yang baru dibuktikan tahun 1909 oleh Millikan melalui eksperimen efek foto listrik.
Laju pancaran elektron diukur sebagai arus listrik pada rangkaian luar dengan menggunakan sebuah ampheremeter, sedangkan energi kinetiknya ditentukan dengan mengenakan suatu potensial perlambat (retarding potential) pada anoda sehingga elektron tidak mempunyai energi yang cukup untuk melewati potensial penghalang yang terpasang. Secara eksperimen, tegangan perlambatan terus diperbesar sehingga pembacaan arus pada amperemeter menuju ke nol. Tegangan ini disebut potensial pemberhenti (Stopping Potential) V0, karena elektron yang berenergi tinggi tidak dapat melewati potensial henti ini, maka ukuran V0 merupakan suatu cara untuk menentukan energi kinetik maksimum elektron Ekmaks.
Dari berbagai percobaan tersebut, kita pelajari fakta-fakta terperinci efek fotolistrik sebagai berikut :
1.         Potensial pemberhenti (Stopping Potensial) Vo untuk bahan anoda tertentu tidak bergantung dari intenistas cahaya yang menyinari bahan anoda.
2.         Potensial pemberhenti Vo bergantung dari frekuensi n dari cahaya yang menyinari anoda. Dalam gambar di bawah ini lengkung iG terhadap Vo dibuat untuk keadaan dengan anoda yang sama, dan 3 frekuensi yang berlainan.
3.         Untuk satu macam bahan anoda, lengkung potensial pemberhenti Vo sebagai fungsi-fungsi frekuensi n cahaya, merupakan garis yang lurus ternyata ada satu frekuensi potong n (cut-off frequency), yang menjadi batas efek fotolistrik. Artinya berkas cahaya dengan frekuensi di bawah harga no tidak akan menghasilkan efek fotolistrik berapapun intensitasnya.

Setiap logam memiliki harga n, juga memiliki Wo tersendiri. Sehingga Wo adalah harga minimum energi yang harus dimiliki elektron untuk melepaskan diri dari permukaan logam. Selanjutnya Wo dinamakan fungsi kerja logam. Harga Wo ini pun kadang-kadang dinyatakan dalam bentuk beda potensial f, dimana f = Wo/e, dimana e adalah muatan elektron. Satuan f adalah Volt, dan W dalam joule atau elektron Volt (eV).
Dengan demikian hipotesa Einstein menghasilkan hubungan kekekalan energi 
Hal ini dapat menerangkan secara konseptual fakta-fakta eksperimental tentang efek fotolistrik. 
Dari ungkapan 

Jelas bahwa Ek atau V0 hanya bergantung dari frekuensi dan bukan dari intensitas cahaya.

Efek fotolistrik terjadi dengan syarat sebagai berikut :
1.         Panjang gelombang ambang sinar (datang) > panjang gelombang bahan
2.         Frekuensi sinar ( ) > frekuensi ambang bahan ( )
3.         Energi foton sinar (E) >energi ambang bahan (Wo)

Pandangan fisika klasik yang memandang cahaya sebagai gelombang dengan teorinya yaitu teori gelombang cahaya gagal menerangkan beberapa sifat penting pada efek fotolistrik, hal tersebuat dikarenakan antara lain:
1.   Teori gelombang menyatakan bahwa energi kinetik elektron foton harus bertambah jika intensitas (jumlah foton) cahaya diperbesar.
2.   Teori gelombang menyatakan bahwa efek fotolistrik dapat terjadi pada setiap frekuensi asalkan intensitasnya memenuhi.
3.   Teori gelombang menyatakan bahwa dibutuhkan rentang waktu yang cukup lama agar elektron berhasil mengumpulkan energi untuk keluar dari permukaan logam.
4.      Teori gelombang tidak dapat menjelaskan mengapa energi kinetik maksimum elektron foto bertambah jika frekuensi cahaya diperbesar.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan efek fotolistrik adalah  :
1.       Elektron akan segera terlepas, tanpa perlu waktu tunda
2.     Penambahan intensitas dari cahaya akan menambah jumlah elektron yang terlepas, tetapi tidak menambah besar energi kinetik
3.    Cahaya merah tidak akan menyebabkan keluarnya elektron, berapapun besar intensitasnya.
4.   Cahaya violet (ungu) yang lemah akan mengeluarkan sedikit elektron, tetapi besar energi kinetik maksimum akan bertambah dibandingkan untuk intensitas cahaya yang panjang gelombannya lebih besar.

Dari hasil eksperimen diperoleh bahwa energi yang dilepaskan elektron akan sebanding dengan frekuensi sinar yang datang. Hal ini sesuai dengan hipothesis Planck, bahwa radiasi benda hitam hanya terjadi dalam paket-paket energi.

It's Story : "KKN"


 Kuliah Kerja Nyata Universitas Pendidikan Indonesia
Desa Cinisti Bayongbong Kabupaten Garut-JawaBarat

Fenomena itu berawal dari pengabadian pada masyarakat
"Real actionnya seorang mahasiswa" : slogan di zaman saat ini
Sebuah desa yang tak terpencil tapi cukup unik
Wajahnya terlihat bagus dengan berbagai pemandangan yang ada

 

Syukur pada Rabb yang tak henti terucap
Kami bisa melihat fenomena ini, menyaksikan adik-adik yang kuat dalam hidupnya
Semangat belajar meski jarak cukup jauh
Semangat belajar meski tak ada orang tua yang menyuruh
Semangat belajar untuk bisa meski kemampuan terbatas
The Great child , I don't know what i will do if i like them




Berusaha membantu
Mendengarkan ceritanya disekolah
Mereka hebat, semangatnya luar biasa

 
 


Wajah polosmu, dek
Mengatakan pada kami mahasiswa : KKN ini tidak cukup membantumu
Kami tak bisa mengubah kehidupanmu
Yah begitu kecil apa yang kami lakukan, mungkin engkaupun tak melihatnya
Karena saat ini engkau masih sama kan?
"Kak, bukan hanya sekedar KKN yang kami butuhkan
Tapi kami membutuhkan yang menjamin kehidupan kami"
Menjadi PR Bagi Mahasiswa jika belum ada perubahan


-Terima Kasih Warga Desa Cinisti Garut-