Pemuda adalah generasi penerus bangsa. Generasi
yang dipundaknya terbebani berbagai macam
harapan untuk menyelesaikan segala problematika yang dihadapi
bangsanya. Begitu besar kepercayaan
masyarakat terhadap pemuda. Banyak sekali moment perubahan yang dilakukan oleh
para pemuda di sepanjang sejarah. Tahun 1998, Pemuda berhasil memaksa Presiden
Soeharto melepaskan jabatannya melalui pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan
mahasiswa, kemerdekaan diawali oleh para pemuda yang terus mendesak untuk
melakukan proklamasi kemerdekaan, Bung
Tomo seorang pemuda dengan retorika yang sangat dahsyat mampu menggerakkan dan
membakar pemuda-pemuda yang ada di Surabaya untuk melakukan pergerakan yang
luar biasa. Dr. Yusuf Al-Qardhawi mengibaratan pemuda itu seperti jam 12 siang
yang sedang panas-panasnya, sedang menggeliat hebat, memiliki fisik yang kuat, pemikiran yang cemerlang,
serta idealisme yang tinggi. Itulah pemuda.
Namun sungguh sangat disayangkan, kondisi pemuda saat ini terpuruk., Berdasarkan data
yang dikeluarkan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN),
diperkirakan setiap tahun jumlah aborsi oleh pemuda di Indonesia
mencapai 1-1,5 juta, Pemuda pengguna
narkoba sekitar 14.000 orang dari jumlah remaja di Indonesia sekitar 70 juta
orang, (Kompas.com). Itulah pemuda saat ini, hasil didikan Kapitalisme Demokrasi-Liberal yang
akhirnya membunuh perlahan pola pikir cemerlang pemuda menjadi sosok apatis,
apolitis, hedonis, tanpa ia mengetahui jati dirinya sebagai sosok pemuda yang
sebenarnya. Permasalahan yang ada dalam kehidupan saat ini bukan hanya
permasalahan pemuda seperti yang dicontohkan diatas, tapi banyak sekali
permasalahan yang lain seperti kelaparan dan krisis pangan, bencana
alam, mahalnya harga pangan, sempitnya
lapangan kerja, sistem pendidikan, pengelolaan
BBM, kemiskinan, korupsi, dan krisis ekonomi. Permasalahan-permasalahan yang ada merupakan permasalahan yang saling
berkaitan (sistematis). Bagaimana untuk menyelesaikan berbagai persoalan ini?
Kaum pemuda dengan keintelektualannya seharusnya berpikir secara rasional mengenai
akar permasalahan sistematis yang ada saat ini di mana akar permasalahannya
adalah penerapan sistem buatan manusia yaitu Kapitalis dan tidak menerapkannya
sistem dari sang pencipta yaitu Allah SWT. Sehingga solusi mendasar untuk
menyelesaikan problematika yang ada adalah dengan menerapkan aturan islam dalam
kehidupan secara totalitas dan kaum pemuda dengan ilmu yang dimilikinya bisa
berkontribusi untuk umat dalam melakukan perubahan besar menuju penerapan
syari’ah islam dalam naungan khilafah.
Wahai pemuda sang pemegang peradaban, ketahuilah jati
dirimu yang sebenarnya adalah dengan menjadi dokter untuk umat ini dengan
mengerahkan segala potensi diri untuk melakukan perubahan besar dunia menuju
khilafah.
Wallahu’alam
bi ash-showab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar